Gerindra Setuju Cawapres Prabowo dari PKS


 Parta Gerindra resmi mengajukan ketua umumnya, Prabowo Subianto, untuk maju sebagai calon presiden di Pemilu 2019. Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya setuju jika pasangan Prabowo nanti merupakan kader PKS.

Dasco mengakui Gerindra tidak serta merta bisa maju sendiri untuk mencalonkan Prabowo. Sebab, syarat ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen atau 112 kursi parlemen, membuat partainya harus mencari mitra koalisi. "Kita setuju itu. Nanti kemungkinan kita pilih dari yang 9 nama itu," tutur Dasco ketika dihubungi, Jumat (13/4).

9 nama yang dimaksud yaitu: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.


Sementara itu, dihubungi terpisah, Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid berharap calon mitra koalisi tidak berkonflik soal cawapres. Karena jika begitu, bisa membuat deadlock di koalisi Prabowo.

"Jika semua partai bersikeras bersikap seperti itu maka akan deadlock koalisi yang melawan Jokowi," kata Sodik.

Sodik yakin, di last minute jelang pendaftaran capres-cawapres di KPU koalisi akan bisa bersepakat memunculkan nama cawapres Prabowo.

"Saya yakin para pemimpin Gerindra, PKS, PAN dan lain-lain sangat menyadari hal tersebut dan melalui musyawarah dan kebesaran hati akan diperoleh pasangan terbaik dari Gerindra, PKS, PAN dan partai pendukung lainnya," pungkasnya. [opini-bangsa.com / kumparan]

Subscribe to receive free email updates: