Ingat Kekalahan Ahok, PDIP Enggan 'Kepedean' Hadapi Prabowo


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku tidak terkejut atas langkah Partai Gerindra yang mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai bakal calon Presiden pada Pemilu 2019. Namun, 'Banteng' enggan terlalu percaya diri menghadapinya.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira menilai Prabowo merupakan calon yang paling potensial bertarung dengan Presiden Joko Widodo yang diusung partainya. Andreas menilai Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi diantara para pesaing Jokowi lainnya.

"Tidak mengejutkan kalau akhirnya Prabowo diusung oleh Gerindra," ujar Andreas saat dihubungi, Kamis (12/4).

Selain itu, Andreas menganggap peluang koalisi Gerindra dengan PKS bisa menambah kesiapan Prabowo dalam menghadapi Jokowi.

"Kalau sekarang Pak Prabowo sudah definitif mencalonkan diri, artinya paling tidak ada dua pasangan yang akan bertarung di pilpres yang akan datang," imbuh dia.

Meski Prabowo dianggap bukan sebuah kejutan, politikus PDIP Eva Kusuma Sundari tetap menilai Prabowo sebagai lawan berat bagi Jokowi. Oleh karena itu, PDIP diklaim tidak akan 'kepedean' Jokowi bisa kembali menang di Pemilu.

Kewaspadaan PDIP, kata dia, berkaca dari kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Setiap lawan adalah berat. Kami hormati dan waspadai. Kalahnya Ahok memberi pelajaran ke kami, jangan kepedean," ujar Eva saat dihubungi.

Lebih dari itu, ia melihat pilpres kali ini tetap dinamis meski diprediksi hanya dua pasangan capres. Oleh karena itu, PDIP bakal maksimal memenangkan Jokowi lewat berbagai cara, baik secara langsung turun ke masyarakat atau media teknologi informasi dan komunikasi.

"Perangnya darat dan udara. Cara terbaik adalah tetap rendah hati dan waspada," ujarnya.

Berbagai survei menempatkan Jokowi di peringkat teratas elektabilitas capres, jauh mengungguli Prabowo. Survei Polcomm Institute menyebut elektabilitas Prabowo sebesar 29,67 persen, sementara Jokowi sebesar 49,08 persen.

Sementara survei Populi Center menyebut elektabilitas Prabowo sebesar 25,3 persen, jauh di bawah Jokowi yang punya elektabilitas 64,3 persen.

Sebelum Pilkada DKI 2017, elektabilitas Ahok, yang diusung PDIP, jauh mengungguli lawan-lawannya. Begitu diterpa isu penistaan agama, elektabilitasnya pun mulai dikejar lawannya hingga akhirnya dikalahkan Anies Baswedan. [opini-bangsa.com / cnn]

Subscribe to receive free email updates: