Forum Rakyat Minta Oposisi Indonesia Belajar Dari Pemilu Malaysia


Kemenangan oposisi pada Pemilu Malaysia yang mengantarkan Mahathir Mohamad kembali menjadi Perdana Menteri di usia 92 tahun mengundang reaksi positif dari masyarakat Indonesia.

"Penyelenggaraan Pemilu Malaysia yang berlangsung aman dan damai itu semoga berdampak positif bagi penyelenggaraan Pemilu Indonesia yang akan berlangsung 2019 mendatang," ujar Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma dalam keterangannya, Kamis (10/5).

Lieus menyebutkan, sebagai saudara terdekat, Forum Rakyat selalu mengikuti setiap perkembangan yang terjadi dalam proses suksesi kepemimpinan di negara tetangga itu.

"Kami surprise juga ketika mengetahui Datok Mahathir Mohamad yang memimpin koalisi Pakatan Harapan dan sudah berusia 92 tahun, ternyata mampu mencetak kemenangan bersejarah di Pemilu Malaysia 2018 itu," katanya.

Seperti diketahui, koalisi partai oposisi pimpinan Mahathir berhasil menumbangkan dominasi Barisan Nasional yang sudah memerintah Malaysia selama 60 tahun dengan memenangkan 115 kursi parlemen.

Hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum Malaysia memperlihatkan aliansi gabungan oposisi Pakatan Harapan dan satu partai di negara bagian Sabah meraih 115 kursi parlemen atau melewati ambang mayoritas 112 kursi. Jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk menyusun pemerintahan baru.

Dengan kemenangannya itu, Mahathir akan menjadi perdana menteri tertua tidak hanya di Malaysia tapi juga di dunia. Dikabarkan Mahathir akan didampingi Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Ismail yang merupakan isteri dari Anwar Ibrahim.

Terlepas dari dinamika yang terjadi pada Pemilu Malaysia itu, Lieus berharap partai-partai oposisi di Indonesia hendaknya belajar dari apa yang terjadi pada Pemilu Malaysia tersebut.

"Jika ingin merebut kekuasaan, partai-partai oposisi di Indonesia harus belajar dari Mahathir, terutama tentang bagaimana mempersatukan diri demi meraih tujuan yang sama," kata Lieus.

Sebab, kata Lieus, bagaimanapun kemenangan pihak oposisi ini tidak bisa dilepaskan dari peran Mahathir sebagai tokoh kharismatik dalam sejarah politik di Malaysia.

"Mahathir berhasil meyakinkan rakyat Malaysia untuk berani melakukan perubahan bersama calon-calon anggota parlemen yang berasal dari koalisi Pakatan Harapan," katanya.

Menurut Lieus, koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir terdiri dari berbagai partai dan tidak ada yang berada dalam posisi dominan.

"Mereka bergerak dalam satu kemitraan yang sejajar dan seimbang," ujarnya.

Kemitraan yang sejajar dan seimbang itulah, kata Lieus, yang perlu dicontoh partai-partai oposisi Indonesia jika ingin memenangkan Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang.

"Selama masih ada partai yang merasa mayoritas dan dominan, selama itu koalisi tidak akan pernah bisa terbangun dengan baik," tutupnya. [b-islam24h.com / rmol]

Subscribe to receive free email updates: