Adian Napitupulu Protes Kaos #2019GantiPresiden, Ini Jawaban Telak Mardani Ali Sera

Loading...

 Politisi Muslim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyampaikan jawaban telak atas protes yang dilayangkan politisi PDIP Adian Napitupulu soal ramainya tagar dan kaos #2019GantiPresiden.

"Baru kaosnya aja, Pak Jokowi udah khawatir. Apalagi ada orangnya?" jawan Mardani santai dalam Mata Najwa Siasat Berebut Istana Trans TV pada Rabu (18/4/18) malam.

Mulanya, Mardani menyampaikan data jangkauan tagar #2019GantiPresiden yang berubah menjadi gerakan pembuatan kaos, pin, gantungan kunci, gelas, dan lainnya. Mardani menyatakan, tagar #2019GantiPresiden sudah menjangkau 180 juta netizen di berbagai media sosial.

Adian menyela. Menurutnya, tagar #2019GantiPresiden tidak relevan karena belum menunjukkan program kerja. Ia kemudian menyatakan agar disandingkan satu calon, baru membuat tagar dan asesoris lainnya.

"Calonnya dulu. Baru buat kaos, pin." kata Adian yang kemudian dibalas santai oleh Mardani.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi menanggapi soal kaos #2019GantiPresiden. Menurutnya, kaos tidak bisa mengganti Presiden. Yang bisa mengganti Presiden, menurutnya, ialah rakyat dan Kehendak Allah.

Harga Kebutuhan Pokok

Mardani Ali Sera menyatakan adanya perbedaan harga berbagai jenis kebutuhan bahan makanan pokok antara Indonesia dan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

"Harga telur di Indonesia 23.000 rupiah, harga telur di Malaysia cuma 11.000 rupiah. Harga minyak sawit/minyak sayur di Indonesia 9.000 rupiah per kilo gram, di Malaysia cuma 6.000 rupiah (per kg). Harga beras di Thailand cuma 6.200 rupiah, di Indonesia 7.300 rupiah. Listrik per Kwh di Indonesia lebih mahal dibanding di Malaysia dan Vietnam." terang Mardani.

Menurutnya, faktor harga kebutuhan pokok masyarakat ini menjadi salah satu alasan mengapa pihaknya perlu menghadirkan sosok Presiden yang lebih baik.

Ia menyatakan, Pemerintah telah bekerja, tetapi tidak cukup. Sehingga dalam gelaran pemilihan Presiden 2019 mendatang perlu dihadirkan putra terbaik bangsa untuk berkompetisi dalam pemilu. [opini-bangsa.com / tarbawia]

Subscribe to receive free email updates: