Jokowi: Kalau Ada yang Ngajak Pesimis, Jangan Mau

Loading...
 Presiden Joko Widodo malam ini menghadiri Harlah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Lapangan Sabuga, Bandung, Jawa Barat. Saat memberikan arahannya, Jokowi menyampaikan agar PMII bisa membawa budaya politik Indonesia ke arah yang lebih baik.

Selain itu, Jokowi minta agar PMII tidak terpengaruh pada pihak-pihak yang menyebarkan pesimisme. Sebab, ia yakin betapa pun ujian yang dihadapi pasti akan ada solusi.

"Jadi kalau ada yang pesimis, ada yang menakut-nakuti, diajak untuk pesimis ya jangan mau. Oleh sebab itu, saya mengajak agar kita semuanya membawa negara ini kepada kebudayaan politik, pada budaya politik yang penuh etika," kata Jokowi di Lapangan Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/4).

"Budaya politik yang penuh dengan kesantunan, politik yang menyatukan. Bukan politik yang memecah belah. Bukan politik yang membawa perpecahan, bukan politik yang saling menghujat, bukan politik yang saling mencela, bukan politik yang saling memaki," lanjut dia.

Selain itu, Jokowi minta agar PMII bisa tahan uji dalam menghadapi persoalan bangsa saat ini. Apalagi anggota PMII adalah calon-calon pemimpin masa depan Indonesia. Ia meminta pemuda PMII membudayakan politik yang penuh etika.

"(Saling mencela) itu bukan budaya politik Indonesia. Budaya politik Indonesia ya budaya politik yang penuh etika. Penuh kesopanan, sopan santun. Jangan mau dibawa ke arah-arah politik yang tadi saya sampaikan," ucap Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga menyampaikan bila Indonesia akan menjadi negara terkuat di dunia. Jokowi menegaskan menurut hitungan Bappenas Indonesia akan berada di urutan ke-10 ekonomi terkuat di dunia tahun 2030.

"Kita semuanya harus optimistis bahwa dari hitung-hitungannya Bank Dunia, hitung-hitungannya McKenzie, hitung-hitungan dan kalkulasi Bappenas, menunjukkan bahwa di tahun 2030 kita akan menjadi 10 besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia,"tuturnya. [opini-bangsa.com / kumparan]

Subscribe to receive free email updates: