MUI: Golongan setan itu disebutkan sebagai golongan orang yang selalu berdusta

Loading...

 Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali melontarkan pernyataan politiknya yang menuai polemik. Amien mengelompokkan parpol di Indonesia menjadi dua, yaitu partai Allah dan partai setan.

Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay pasang badan membela Amien. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Amien sudah bersumber dari Al-Quran dan Al-Sunah.

"Beliau kan menjelaskan intisari Surat Al-Mujadalah (Mujadilah-Red) ayat 19 dan 22. Silakan semuanya membuka surat dan kedua ayat itu. Di sana jelas disebutkan adanya golongan syaitan dan golongan Allah," jelasnya, Minggu (15/4).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa memang dalam Al-Quran surat Al-Mujadilah ayat 19 dan 22 menerangkan ada dua golongan manusia, yaitu golongan setan dan golongan Allah.

"Golongan setan itu disebutkan sebagai golongan orang yang selalu berdusta, lupa mengingat Allah; suka menentang ajaran Allah dan rasul-Nya, dan mereka itu adalah golongan orang yang merugi," kata Zainut kepada kumparan (kumparan.com), Senin (16/4).

"Dan satu lagi yang disebut golongan Allah (hizb Allah) yaitu golongan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, yaitu orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Allah. Mereka adalah termasuk golongan orang yang beruntung," lanjutnya.

Walaupun demikian, menurut Zainut, konteks ayat tersebut lebih pada makna transendental yaitu tentang akidah, keyakinan, atau keimanan, bukan konteks politik. Dengan demikian, menurut Zainut tidak tepat jika ada pihak yang mengaitkan ayat tersebut dengan konteks politik kepartaian di Indonesia.

"Saya berprasangka baik Pak Amien Rais tidak bermaksud mengaitkan ayat tersebut dengan kondisi partai-partai di Indonesia," lanjutnya.

"Kami mengimbau kepada semua elite politik untuk bijak dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya ketika mengutip ayat suci Al-Quran atau ajaran agama lainnya, agar terhindar dari tuduhan melakukan politisasi agama atau eksploitasi agama untuk kepentingan politik. Lebih dari itu untuk menghindari timbulnya kesalahpahaman, konflik, dan kegaduhan di masyarakat," pesannya.

Adapun Surat Al-Mujadilah ayat 19 dan 22 dikutip dari Tafsirq.com memiliki arti sebagai berikut:

Ayat 19: Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

Ayat 22: Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya.

Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.

Karena penyebutan partai Allah dan partai setan tersebut, Amien Rais dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Cyber Indonesia pada Minggu (15/4).

Berikut ini pernyataan Amien Rais yang dinilai Cyber Indonesia mengandung unsur ujaran kebencian:

Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan.

Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah, partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan. [opini-bangsa.com / kumparan]

Subscribe to receive free email updates: