Polisi akan panggil pakar politik Rocky Gerung usai periksa saksi

Loading...

 Penyidik Polda Metro Jaya akan segera memanggil Ketua Cyber Indonesia Permadi Arya. Pemanggilan ini terkait laporannya terhadap pakar politik Rocky Gerung atas dugaan penyebaran ujaran kebencian berbau SARA.

"Nanti setelah diterima, kita akan melakukan klarifikasi. Artinya kita akan memintai keterangan kepada pelapor, karena (kasus ini) masih dalam penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (12/4).

Selain Abu Janda sapaan Permadi, polisi juga akan memeriksa saksi-saksi ahli. Pemeriksaan saksi-saksi ini, kata Argo, untuk menelusuri apakah ada indikasi tindak pidana terkait pernyataan Rocky Gerung yang menyebutkan kitab suci adalah fiksi.

"Kita menggali berkaitan dengan fakta yuridisnya seperti apa. Dan kita akan menanyakan kembali saksi saksinya siapa saja. Nanti ada beberapa yang disebutkan, kita klarifikasi, kita mintai keterangan," ujarnya.

Usai menjalani itu semua, lanjutnya, polisi baru akan memanggil Rocky. Namun hal itu setelah tahapan pemeriksaan saksi sudah dilakukan juga berdasarkan hasil.

"Ya nanti (Rocky kami periksa) setelah tahap-tahap itu (pemeriksaan saksi-saksi) kita lakukan berkaitan dengan hal itu (laporan Abu Janda)," pungkas Argo.

Sebelumnya, Ketua Cyber Indonesia, Permadi Arya mempolisikan Rocky Gerung perihal pernyataannya di sebuah acara televisi swasta, yang bertajuk 'Jokowi Prabowo Berbalas Pantun', Selasa (10/4) lalu. Rocky dilaporkan atas pernyataannya yang menyebut bahwa kitab suci adalah fiksi.

"Kita laporkan dugaan Rocky Gerung yang semalam di ILC mengatakan kitab suci itu fiksi. Kita bernegara, kita merdeka dan punya beberapa agama yang diakui negara. Ada di sila pertama, artinya apakah sila pertama jadi fiksi dalam tanda kutip," kata Permadi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Rabu (11/4).

Menurutnya, pernyataan Rocky telah menyinggung seluruh umat beragama di Indonesia. Sebab, dia menyebut kitab suci yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya tidak hanya merujuk pada satu agama saja.

"Kita punya keyakinan kok dibuat fiksi. Analisa dari Cyber Indonesia, Rocky Gerung ini meski tak sebutkan agama, secara fiksi sudah kena. Karena kitab suci dalam KBBI, merujuk ke Al-Quran, Injil, dan semua kitab suci yang diakui," katanya. [opini-bangsa.com / merdeka]

Subscribe to receive free email updates: