Terungkap, Daftar NIK yang 'Dicuri' untuk Registrasi Jutaan SIM Card

Loading...

Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri akhirnya mengungkap penyalahgunaan data NIK dalam proses registrasi kartu SIM prabayar. Data ini mengungkap ada penyalahgunaan data, sebuah NIK yang digunakan untuk registrasi puluhan ribu hingga jutaan nomor SIM prabayar.

Data NIK dengan jumlah nomor kartu SIM terbanyak tercatat ada di layanan operator seluler Indosat Ooredoo, berdasarkan data yang dirilis Ditjen Dukcapil.

Di Indosat, terjadi penyalahgunaan data satu NIK didaftarkan untuk 2.221.656 nomor prabayar.

Selain Indosat, beberapa operator lain juga tercatat memiliki NIK-NIK yang terdaftar untuk puluhan hingga ratusan ribu nomor.

Di Telkomsel misalnya, untuk yang paling banyak adalah satu NIK didaftarkan untuk 518.962 nomor, lalu XL Axiata dengan 319.251 nomor, Hutchison Tri dengan 83.575 nomor, dan Smartfren dengan 145.868 nomor.

Berikut ini detail penyalahgunaan data sebuah NIK yang dipakai untuk puluhan ribu hingga jutaan nomor SIM card prabayar:


Data ini dirilis Ditjen Dukcapil dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR pada Senin (9/40. Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais, menduga penyalahgunaan ini dilakukan oleh level gerai atau outlet.

"Kita minta ini harus diusut tuntas, memblokir nomor ponsel yang menyalahgunakan NIK," kata Hanafi.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) serta Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah meminta operator seluler untuk memblokir nomor SIM prabayar yang tidak dimiliki oleh si empunya NIK. [b-islam24h.com / kumparan]

Subscribe to receive free email updates: