Ferdinand Hutahaean: Coba Semua Minta Prabowo Agar Bicara ke Pak SBY

Loading...
Kadiv Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi soal kemungkinan koalisi antara Partai Gerindra dan Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Kamis (10/5/2018).

Pembahasan ini berawal dari postingan @maspiyuuu terkait Pemilu di Malaysia.

Diketahui, dalam Pemilu ini, Mahathir Mohamad ke luar sebagai pemenang.

@maspiyuuu: PERJALANAN Mahathir Mohamad-Anwar Ibrahim: Dari Sahabat Lalu Jadi Musuh Kini Berkoalisi, Dan Menang Pemilu

Langkah pertama yang akan dilakukan Mahathir setelah jadi Perdana Menteri adalah membebaskan bekas musuh bebuyutannya, Anwar Ibrahim.

Mas Piyu kemudian menyinggung soal kemungkinan kemenangan oposisi di Indonesia.

Menurut Mas Piyu menyebut jika Prabowo ingin menang, maka harus wajib menggandeng Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

@maspiyuuu: Berkaca dari Malaysia. Kemenangan oposisi salah 1 kuncinya adalah terjunnya lagi Datok Mahathir Mohamad.

Bersatu dg bekas lawannya Anwar Ibrahim.

Klo disini mau meniru, maka @prabowo WAJIB menggandeng @SBYudhoyono.

Jangan ada yg EGOIS. Utamakan NKRI. Wujudkan #2019GantiPresiden


Postingan tersebut kemudian diteruskan oleh akun @asrul_fanani.

@asrul_fanani: Ini gua cc in ke tangan kanan pak @SBYudhoyono uda @panca66 uni @zarazettirazr dan @LawanPoLitikJKW serta tangan kanan Pak @prabowo bang @fadlizon

Menanggapi hal itu, Ferdinand Hutahaean kemudian meminta agar semua pihak meminta Prabowo Subianto untuk berbicara dengan SBY.

Dengan demikian, maka kemungkinan koalisi bisa terjalin.

@LawanPoLitikJKW: Coba semua minta Prabowo agar bicara ke pak SBY. Insyaallah deal.


Postingan itu kemudian mendapat komentar yang lantas dibalas oleh Ferdinand Hutahaean, seperti berikut ini.

@trinugroho162: Semoga Demokrat dan Gerindra bisa bekerjasama ya pak.

Doa setiap malam intinya cuma 1 semoga #2019GantiPresiden terwujud. Aamiin ABJ

@LawanPoLitikJKW: Mohon doanya. Sekarang Gerindra mau tdk ajak Demokrat?

@asrul_fanani: Kenapa gak Pak Sby gantian yg kunjung ke kediaman Pak Prabowo bang?

Kan udah pernah pertemuan Nasi Goreng kapan hari.

@LawanPoLitikJKW: Situasi sprt ini sensitif thdp opini.

SBY itu bersedia bertemu di Kertanegara.

Bkn tdk bersedia. Tp ksn tdk mgkn ujuk2 SBY datang.

@dimaz_adiasa: Meskipun aku bukan "ring mepet" di lingkaran Pak @SBYudhoyono & Pak @prabowo .

Tp cukup banyak tau yg terjadi diantara belio berdua.

Smg 2 tokoh bangsa ini mau secepatnya bertemu, bicara dan insyaAllah "gabung". Langsung Gassss.. @LawanPoLitikJKW @fadlizon @sandiuno

@LawanPoLitikJKW: Takdir akan mempertemukan.

Diketahui, Presiden Jokowi kembali akan beralaga dalam kontestasi politik Pilpres 2019.

Jokowi dideklarasikan oleh PDIP melalui Rakornas di Denpasar, Bali pada 23 Februari 2018.

Saat itu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menggunakan hak perogratifnya dengan menunjuk langsung Jokowi sebagai capres.

Sebagai lawannya, saat ini baru muncul nama Prabowo Subianto.

Parbowo resmi dideklarasikan oleh partai Gerindra melalui Rakornas di Hambalang pada 11 April 2018.

Sejumlah partai telah bergabung dengan Jokowi, begitu pula dengan Prabowo.

Beberapa tokoh pun kini menjadi ramai diperbincangkan.

Di mana mereka masuk sebagai bursa capres atau cawapres di Pilpres 2019.

Dintaranya Gatot Nurmantyo, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Mahfud MD, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, Anies Baswedan, TGB, Rizal Ramli, sejumlah politisi PKS, hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sementara itu, Partai Demokrat sendiri belum mengumumkan keputusan terkait langkah dan arah politik yang akan mereka ambil terkait Pilpres 2019 mendatang. [b-islam24h.com / tribunnews]

Subscribe to receive free email updates: