Gerakan Indonesia Pasca Jokowi Mencatat Enam Kegagalan Pemerintah

Loading...
Ketua Gerakan Indonesia Pasca Jokowi (GIPJ) Lieus Sungkharisma membeberkan alasan betapa pentingnya Joko Widodo harus ditumbangkan dalam ajang Pemilihan Presiden 2019.

Banyak janji-janji politik Jokowi pada Pilpres 2014 lalu justru dilanggar sendiri olehnya.

Pertama, Jokowi pernah berjanji tidak ada bagi-bagi jabatan kepada partai politik pendukung.

"Janji Jokowi tidak bagi-bagi kursi menteri ke pendukungnya, tidak mampu direalisasikan," kata Lieus dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/5).

Kedua, Jokowi tidak mampu merealisasikan janji mengangkat ekonomi nasional dengan gagal membuat pertumbuhan ekonomi mencapai 7 sampai 8 persen.

"Kuartal I 2018, jauh dari panggang api yakni 5,06 persen," sesal Lieus.

Ketiga, Jokowi tidak mampu menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan bagi penduduk Indonesia usia produktif. Yang ada malah pemerintah membuat aturan yang mempermudah masuknya tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia dengan menerbitkan Perpres 20/2018 tentang TKA.

"Janji hentikan daging impor pun dilanggarnya," tambah Lieus.

Parahnya lagi, keempat, pemerintahan Jokowi kata dia tidak mampu membendung naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kini sudah mencapai Rp. 14.200 per dolar AS. Jauh dari janji yang dulu katanya hanya di bawah Rp. 10 ribu.

Kelima, tambah Lieus, kondisi itu juga diperburuk dengan hukum yang harusnya menjadi panglima seakan tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Terakhir atau yang keenam, Jokowi juga gagal dalam menyelesaikan permasalahan HAM di Tanah Air.

"Jokowi juga gagal menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu," pungkas Koodinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) ini. [b-islam24h.com / rmol]

Subscribe to receive free email updates: