Registrasi Kartu Buat Pelanggan Susut, Indosat Rugi Rp500 M

Loading...

 Indosat mengungkapkan registrasi prabayar menjadi penyebab penyusutan pelanggan dan meruginya perusahaan itu pada kuartal satu sepanjang Januari hingga Maret 2019. Hal ini diungkap Direktur Utama Indosat Joy Wahjudi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

"Aturan registrasi yang menyebabkan penurunan di kuartal satu 2018," ujarnya saat ditemui setelah RUPST Indosat, Rabu (9/5).

"Namun, kami sudah mengantisipasi. Kami proaktif mengambil tindakan awal yang harus dilakukan yakni mengubah dari push driven menjadi consumer driven," tambahnya.

Joy menjelaskan strategi push driven dengan memberikan kartu perdana yang sudah diaktivasi sudah dihentikan.

"Kami sudah stop 100 persen," tegasnya.

Pelanggan susut

Pelanggan seluler Indosat tercatat turun dari 110 juta pelanggan pada akhir 2017 menjadi 96,1 juta pelanggan pada kuartal satu 2018. Joy menjelaskan penurunan ini pun merupakan salah satu efek shifting perilaku pelanggan.

"Penurunan legacy bisnis dan peraturan mengubah push market menjadi consumer driven," tungkapnya.

Joy menambahkan saat ini merupakan efek jangka pendek. Nantinya efek jangka panjang bisa positif untuk semua operator termasuk industri.

Salah satu cara menurut Joy adalah mengubah perilaku pelanggan yang membeli kartu perdana menjadi pelanggan yang membeli voucer isi ulang.

"Untuk apa mencari satu giga dengan membeli starter pack. Lebih baik membeli voucer," ujarnya.

Rugi Rp500 miliar


Menurutnya kebijakan tersebut berdampak pada pendapatan Indosat, baik dari pendapatan data maupun pendapatan keseluruhan.

Berdasarkan laporan keuangan Indosat, perusahaan itu merugi Rp505,7 miliar sepanjang kuartal satu 2018. Hasil ini berbanding terbalik dengan pencapaian pada kuartal satu tahun sebelumnya yang mencatatkan laba sebesar Rp173,9 miliar.

Sementara untuk pendapatan, Indosat mengantongi Rp5,7 triliun sepanjang kuartal satu 2018. Pendapatan ini turun 21,9 persen dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp7,289 triliun.

Penurunan ini diikuti turunnya pendapatan seluler sebesar 27 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni dari Rp6 triliun menjadi Rp4,4 triliun. [b-islam24h.com / cnn]

Subscribe to receive free email updates: