Yusril Blak-blakan Ungkap Bayaran Sebagai Kuasa Hukum HTI

Loading...

 Sosok pengacara sekaligus politikus Yusril Ihza Mahendra diketahui mendukung organisasi masyarakat HTI.

Yusril menjadi kuasa hukum gerakan ormas yang saat ini telah dicabut badan hukum pada tahun 2017 lalu.

Meski sudah ditetapkan Yusril besama HTI masih memperjuangkan badan hukum ormas tersebut.

HTI mendaftarakan gugatannya pada tanggal 13 Oktober 2017 dengan gugatan bernomor 211/G/2017/PTUN.JKT

Kini, gugatan tersebut ditolak oleh PTUN

Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 Tahun 2017 tentang Pencabutan Status Badan Hukum HTI dinyatakan tetap berlaku.

"Menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Tri Cahya Indra Permana membacakan putusannya di PTUN, Jakarta Timur, Senin (7/5/2018) yang dilansir dari Kompas.com.

Sedangkan dilain kesempatan, Yusril Ihza membeberkan mengenai tarif atau bayaran dirinya sebagai kuasa hukum HTI.

Hal tersebut diungkap Yusril saat diberi pertanyaan Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa pada Rabu (9/5/2018) tentang anggota HTI yang masuk jadi anggota PBB.

"Bisa saja massa dari HTI pilihan politiknya akan berlabuh pada PBB atau itu memang sesuatu yang direncanakan?" tanya Nana pada Yusril.

"Jadi gini, pada waktu HTI dicabut status badan hukumnya kan pemilu masih jauh, dan mereka berkonsultasi pada kami dan kami memutuskan untuk membela mereka," jawab Ketua Umum PBB itu.

Lebih lanjut Yusril mengungkap hal mengejutkan tentang bayaran dirinya.

"Jadi saya bekerja sebagai advokat profesional dan saya akan membela HTI sebagai pengabdian saya kepada masyarakat, tidak ada bayaran tidak ada apa-apa," jelas Yusril.

Nana pun memperjelas pernyataan tersebut.

"Anda tidak dibayar Prof?" tanya Nana.

"Gak saya gak dibayar, ini saksinya," jawab tokoh kelahiran Belitung tersebut menunjuk Ismail Yusanto.

Yusril pun kemudian menjelaskan jika PBB terbuka untuk HTI yang ingin melanjutkan pada bidang politik.

Yusril juga menegaskan jika perjuangan HTI belum selesai, pihaknya masih akan mencari cara untuk mengambil hak badan hukum untuk HTI. [b-islam24h.com / tribunnews]

Subscribe to receive free email updates: