Ganjar: Sudirman Said Menggerus Suara Saya Cukup Besar

Loading...

 Cagub Jawa Tengah petahana Ganjar Pranowo berhasil mengungguli penantangnya Sudirman Said dari hasil hitung cepat atau quick count di sejumlah lembaga survei. Meski menang, Ganjar mengakui, suaranya tergerus cukup banyak oleh Sudirman Said.

“Ada di dua kabupaten nampaknya suara saya tergerus lumayan dalam yaitu di Brebes, di rumahnya Pak Dirman dan kedua di Kabupaten Tegal karena di sana PKB memang kuat sekali kerjanya bagus sekali. Ketika disampaikan itu kita sedang menghitung nampak-nampaknya ikatan emosional yang terjadi di sana akan mempunyai nilai yang signifikan masuk perhitungan ini,” kata Ganjar di kediamannya, di Jalan Tengger Timur, Semarang, Rabu (27/5).

Selain karena kedekatan emosional, Ganjar mengaku, komunikasi yang dibangun Sudirman Said memang baik sehingga berhasil meyakinkan masyarakat. Ganjar mengatakan, Sudirman berhasil meraih suara besar terutama masyarakat petani dengan alasan bahwa cagub petahana itu tidak memperhatikan kaum petani.

Data Survei Pilgub Jateng (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)

“Memang saya akui di beberapa daerah, beliau (Sudirman Said) berhasil meyakinkan masyarakat pemilih terutama petani, dan berhasil menggerus suara kami. Kenapa demikian, karena memang Pak Dirman baik dalam berkomunikasi meyakinkan masyarakat melalui program-program yang dia sampaikan kepada rakyat terutama petani, itu saya akui,” jelas politikus PDIP itu.

“Umpama dia bercerita, kepada petani seolah-olah saya ini mengabaikan petani, itu termakan. Karena petani ada yang membuat video dikirim ke saya, saya tidak tahu, videonya by design atau natural. Tapi terlepas dari itu, petani kemudian respons itu hasilnya agak signifikan dengan hasil coblosan hari ini, itu contoh,” imbuh Ganjar.

Selain itu, Ganjar menambahkan, isu korupsi yang dihembuskan kubu lawan juga cukup berdampak besar pada tergerusnya suara Ganjr.

“Ada juga dimunculkan dari berbagai isu, apakah koruptor atau tidak, itu dikembangkan sangat masif sekali dan ada kelihatan kepercayaan mulai goyah dari akun-akun anonim yang entah dari siapa dan kemudian itu bisa mempengaruhi,” tutur mantan anggota Komisi II DPR itu.

Lebih lanjut, Ganjar tidak menutup diri bahwa dari hasil quick count kali ini menunjukan, sebagian besar masyarakat Jawa Tengah telah menolak ia untuk memimpin kembali.

“Saya tidak akan tutup-tutupi, tugas saya menjelaskan dengan baik. Presentase kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang mungkin bisa menjadi penolakkan terhadap diri saya nampaknya mendapat peningkatan. Sebagai salah seorang kontestan, saya tidak akan jadi pengamat, maka saya merasakan saja denyut perubahan itu ada di mana-mana,” tutup Ganjar. [opini-bangsa.com / kumparan]

Subscribe to receive free email updates: