Mobil Mewah Hary Tanoe Mau Masuk, Adian Kepancing Emosi

Loading...
 Gesekan massa simpatisan PDI Perjuangan dan Partai Perindo di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dipicu persoalan remeh.

Dua barisan pendukung bentrok karena mobil Hummer bernomor pelat B 10 MNC. Mobil itu membawa Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo, yang hendak memasuki halaman Kantor KPU untuk pendaftaran bakal calon legislatif.

Politikus PDIP di DPR RI, Adian Napitulu, adalah salah satu orang yang berpartisipasi dalam bentrokan. Bahkan Adian sempat ikut ditarik petugas keamanan karena "panasnya" situasi.

Menurut Adian, massa PDIP sudah lebih dulu sampai di depan KPU sebelum menyerahkan berkas pendaftaran bakal caleg ke KPU. Massa terusik ketika ada salah satu simpatisan Perindo yang meminta mereka menepi dengan cara yang kurang santun hanya karena mobil Hary Tanoe mau lewat.

"Menurut gue tidak boleh begitu. Punya Hummer tidak menjadi lebih istimewa. Kami tidak lebih rendah karena berjalan kaki," ujar Adian di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Selasa (17/7).

Massa PDIP semakin terpancing ketika mobil berlogo Perindo itu memaksa masuk ke halaman Kantor KPU.

"Mobil Hummer masuk. Teman-teman ditarik sama pengamanan. Memangnya Hummer lebih terhormat?" tegas Adian.

Dari pantauan redaksi, massa PDIP tiba pukul 13.45 WIB dan tertahan di depan pagar. Selang 10 menit kemudian, tiba mobil Hummer putih yang membawa Ketua Umum Perindo, Hari Tanoe.

Berdasarkan keterangan petugas keamanan KPU, mobil yang membawa petinggi partai boleh masuk dan parkir di halaman dalam.

"Harusnya yang boleh masuk adalah mobil Ketua Umum dan yang mendampingi enam orang. Cuma tadi massa yang merah bilang Sekjennya mobilnya ada di belakang, kayaknya macet," jelas petugas keamanan.

Selain aparat keamanan internal KPU, akses masuk Gedung KPU juga dipertebal dengan pengamanan dari Polsek Menteng yang berkoordinasi langsung dengan Markas Polda Metro Jaya. [opini-bangsa.com / rmol]

Subscribe to receive free email updates: